Prosedur Percobaan


PROSEDUR PERCOBAAN


1. Persiapan Komponen

Sebelum merakit siapkan seluruh komponen yang diperlukan, diantaranya:


2. Perancangan Skematik Rangkaian

Langkah-langkah:

Sistem bekerja dengan dua sensor utama:

  • LM35 mendeteksi suhu ruang pengering. Jika suhu melewati batas yang ditentukan oleh trimpot (RV2), maka op-amp (TL082) akan memberikan logika HIGH ke rangkaian pengendali.

  • Sensor touch digunakan sebagai kontrol manual (misalnya: tombol ON/OFF untuk memulai atau menghentikan pengeringan).

  • Transistor D882 berfungsi sebagai penguat arus untuk mengaktifkan relay, yang kemudian mengontrol heater dan fan.

  • Relay akan menyalakan heater ketika suhu di bawah batas dan mematikannya ketika suhu terlalu tinggi, sementara fan tetap berfungsi menjaga sirkulasi udara.

A. Blok Sensor Input

  • LM35 → memberikan sinyal analog suhu.

  • Sensor Touch → mengaktifkan atau menonaktifkan sistem secara manual.

B. Blok Pengendali (Logika / Komparator)
  • Op-Amp TL082 digunakan sebagai komparator:

    • Input non-inverting (+) → sinyal dari LM35.

    • Input inverting (–) → tegangan referensi dari trimpot.

    • Output → HIGH saat suhu melebihi nilai ambang.

  • Output komparator mengatur transistor dan relay.

C. Blok Output

  • Relay 1 → mengontrol heater (100 W).

  • Relay 2 & 3 → mengontrol fan dan sirkulasi.

  • Fan 5V → menjaga aliran udara agar pengeringan merata.

  • Heater → meningkatkan suhu ruang pengering.

  • Box bening → tempat pengeringan biji kopi.

3. Perakitan Rangkaian di Breadboard

Langkah-langkah:

  • Pasang semua komponen utama (TL082, sensor LM35, trimpot, transistor, dan relay) di breadboard dengan jarak yang cukup.
  • Hubungkan jalur power supply (+5V dan GND) ke seluruh rangkaian.
  • Rangkaian sensor suhu (LM35):
    • VCC → +5V
    • GND → Ground
    • Output → ke input non-inverting (+) op-amp.
  • Trimpot (RV2):
    • Salah satu kaki → +5V
    • Kaki lain → GND
    • Wiper (tengah) → ke input inverting (–) op-amp.
  • Output op-amp → ke basis transistor D882 melalui resistor basis (sekitar 1 kΩ).
  • Transistor D882:
    • Kolektor → ke koil relay.
    • Emitor → ke GND.
    • Tambahkan dioda flyback pada koil relay untuk proteksi.
  • Relay:
    • Kontak NO (Normally Open) mengendalikan heater atau fan.
    • Pastikan relay sesuai tegangan (5V coil).
  • Sensor Touch:
    • OUT → input enable (mengaktifkan sistem).
    • HIGH saat disentuh → sistem ON, LOW → sistem OFF.
  • Fan dan Heater:
    • Dihubungkan melalui kontak relay sesuai fungsinya.
    • Heater aktif saat suhu rendah.
    • Fan aktif untuk menjaga sirkulasi udara.
  • Pemeriksaan akhir: pastikan tidak ada kabel terbalik atau jalur short sebelum menyalakan power supply.

4. Pengujian Rangkaian

Tahapan Pengujian:

A. Pengujian Sensor Suhu

  1. Hidupkan power supply.
  2. Sentuh LM35 atau arahkan sumber panas (misal hair dryer) ke sensor.
  3. Amati perubahan output op-amp:

  • Jika suhu di bawah ambang → output LOW → heater ON (relay aktif).
  • Jika suhu melewati ambang → output HIGH → heater OFF, fan tetap aktif.

B. Pengujian Sensor Touch

  1. Sentuh permukaan sensor.

  • Output menjadi HIGH → sistem aktif.
  • Lepas sentuhan → sistem nonaktif.
  • Gunakan sensor ini untuk menyalakan atau menghentikan proses pengeringan secara manual.

C. Uji Kombinasi Kerja Sistem

  1. Saat sistem aktif dan suhu masih rendah → heater ON, fan ikut menyala.
  2. Ketika suhu naik melewati ambang → relay heater OFF otomatis, hanya fan yang tetap berputar.
  3. Jika suhu kembali turun → heater ON kembali.
  4. Amati perubahan suhu ruang pengering pada setiap tahap.

5. Penyempurnaan dan Kalibrasi

  1. Putar trimpot untuk mengatur suhu ambang batas pengeringan.
  2. Pastikan relay bekerja stabil saat suhu mendekati batas.
  3. Periksa tegangan 5V agar tetap konstan.
  4. Pastikan fan dan heater bekerja bergantian dengan benar.
  5. Ulangi pengujian beberapa kali untuk memastikan sistem stabil dan efisien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini